Kami menuntut adanya RUTA atau RULB yang adil seadil-adilnya. Pelaksanaan RUTA seperti yang disebutkan di undangan sangat bertentangan dengan keinginan kami. Tuntutan kami atas penyelenggaraan RUTA antara lain adalah sebagai berikut:
1. RUTA harus diadakan di Lavande sendiri dan pada hari libur kerja, agar supaya warga mudah untuk memberikan suara. Benar sekali bahwa pelaksanaan RUTA di luar Lavande pada hari kerja dan jam kerja ini menjadi pertanyaan besar… Apa-apaan ini… Ini niatnya membuat RUTA untuk warga Lavande atau untuk siapa sebenarnya???
2. Waktu pelaksanaan RUTA sudah sebentar lagi. Kurang dari 14 hari tapi ternyata ditemukan banyak undangan di CS yang belum dikirimkan. Bahkan kalau ditanya jawabannya baru segera mau dikirimkan. Ini juga menyalahi aturan. Seharusnya undangan sudah dikirimkan semua saat itu.
3. Banyak undangan RUTA yang dikirim ke alamat KTP. Bahkan keluar daerah. ???? Ini tujuannya untuk apa? Supaya undangan tidak sampai ke pemilik atau apa?
4. Lalu dalam pemilihan penting seperti ini kan seharusnya warga di data dulu seperti pemilu. Ada berapa banyak. Apakah sudah pindah tangan kepemilikannya. Lalu dari pendataan tersebut baru disebarkan undangannya. Dan baru di release buku anggota rapat supaya warga bisa mengecek apakah nama mereka sebagai anggota rapat ada atau tidak. Dan warga secara transparan tahu ada berapa orang yang kelak akan memilih. Tapi panitia yang orang-orangnya ada di CS tidak dapat menunjukkan daftar ini dengan alasan yang tidak jelas.
5. Yang bombastis adalah nama-nama yang tercantum sebagai panitia di papan pengumuman sebagian besar tidak pernah merasa diajak rapat. Jadi apa faedahnya menjadi panitia. Lalu siapa yang menjalankan persiapan RUTA ini kalau begitu. Pak Dedy yang namanya dicantumkan sebagai Bendahara di kepanitiaan sama sekali tidak pernah mengetahui apa-apa padahal untuk sewa gedung saja pasti harus pakai uang kan? Jadi siapa ini yang bekerja? Hanya Atok dan Donny?
6. Lalu yang saya tahu dari panitia-panitia musyawarah seperti ini seharusnya yang jadi panitia kan warga-warga lain yang lepas dari kepengurusan sebelumnya. Karena kalau pengurus-pengurus juga yang jadi panitia bisa mengakibatkan conflict of interest. Karena di RUTA nanti kan mereka wajib memberikan laporan pertanggung jawaban. Apakah karena hal ini juga itu sebabnya panitia yg kebetulan pengurus PPPRS mengadakannya di tempat dan waktu yang banyak warga kemungkinan tidak bisa hadir, agar supaya tidak banyak warga mempertanyakan dan menolak laporan pertanggung jawabannya. ????
7. Lalu Pemilik Baru diwajibkan daftar ulang pada hari dan jam kerja yang lagi-lagi mereka tentukan sendiri. Lewat dari jadwal itu mereka tidak terima daftar ulang. Padahal kan seharusnya pada hari H pun selama bisa menunjukan bukti kepemilikan yang sah mereka bisa saja untuk ikut RUTA. Disini semakin terlihat ada kecenderungan mempersulit warga untuk memilih.
Sebenarnya selain poin-poin diatas banyak sekali pertanyaan kami terhadap rencana pelaksanaan RUTA ini.
Tapi sikap kami TEGAS. Kami KEBERATAN dengan pelaksanaan RUTA diluar Lavande pada waktu yang mereka tentukan. KAMI setuju dengan waktu dan tempat pelaksanaan seperti yang diusulkan. Kami menuntut adanya Pemilihan PPPRS yang ADIL. Dan menuntut calon-calon PPPRS disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga, agar supaya kami tahu siapa mereka yang kelak akan menjadi wakil kami disana. Karena kami sudah sangat kecewa sekali dengan kinerja PPPRS sebelumnya yang sulit sekali diajak bertemu dengan warga. PPPRS terdahulu juga selalu memutuskan hal-hal penting tanpa musyawarah dengan warga terlebih dahulu padahal sudah jelas tertera di AD/ART kalau dalam membuat keputusan mereka harus bermusyawarah dulu dengan warga. Hal seperti ini TIDAK BOLEH DIBIARKAN LAGI. 📌

 

Stop Curangi Rumah Kami - RUTA Harus di Lavande 1

 

Contrang Contreng Tidak Dipersulit

Advertisements