Home

Suksesnya Bazar The Lavande Residences Tidak Disertai Terselenggaranya Acara Silaturahim antara Penghuni dengan Anak Asuh

Leave a comment

Suksesnya penyelenggaraan Bazar Keakraban “Dari Penghuni untuk Penghuni” The Lavande Residences yang telah dijadwalkan pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2013 (pukul 09:00 – 17:00) di area parkir depan ATM tidak disertai dengan terselenggaranya acara silaturahim antara penghuni dengan anak asuh. Kegiatan silaturahim yang telah direncanakan diadakan pada hari Minggu, 24 Maret 2013 di Aula The Lavande Residences tidak dapat dilaksanakan dengan alasan birokrasi. Padahal undangan telah disampaikan secara resmi kepada seluruh keluarga staf security, house keeping dan engineering. Tentunya dari penghuni menyesalkan kejadian ini. Bukannya dikarenakan harus membatalkan hiburan badut yang telah dipesan untuk menghibur keluarga staf the Lavande ataupun dibatalkannya pemesanan makanan untuk para tamu, tetapi dikarenakan birokrasi yang dilakukan oleh pengelola telah menyebabkan para staf tersebut takut untuk menghadiri acara tersebut. Birokrasi seperti ini tidak boleh terulang kembali dan acara silaturahim antara anak asuh dan penghuni tetap akan dilaksanakan kembali pada bulan Mei 2013 sekaligus menyambut hari Pendidikan Nasional 2013.

Berikut adalah foto-foto kegiatan Bazar Keakraban The Lavande Residences dalam rangka “Peluncuran Program Putra-Putri Asuh The Lavande Residences” pada tanggal 23 Maret 2013 yang diselenggarakan dari penghuni untuk penghuni tersebut.

a Spanduk Bazar

SuasanaBazarTheLavande01

SuasanaBazarTheLavande02

SuasanaBazarTheLavande03

SuasanaBazarTheLavande04

SuasanaBazarTheLavande05

Advertisements

Transparansi Keuangan dalam Pengelolaan The Lavande Residences Sebagai Salah Satu Tujuan Utama

Leave a comment

Telah dilaksanakan pertemuan antara Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) The Lavande Residences Bpk. Setiarto Haryono, Bendahara P3SRS Bpk. Bambang Triraharjo, Pengawas P3SRS Bpk. Dedy I. Arruanpitu, Manajer Apartemen Ibu Budi Aryani, para staf pengelola The Lavande Residences dan 5 perwakilan dari FORUM KOMUNIKASI 100% PEMILIK DAN PENGHUNI THE LAVANDE RESIDENCES pada hari Sabtu, 16 Maret 2013 dari pukul 09:40 (rencana pukul 09:00) hingga sekitar 13:00 di ruang meeting pengelola. Di dalam pertemuan yang berjalan non-stop selama hampir 4 jam ini disepakati bahwa Forum Komunikasi Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences dapat melakukan pemeriksaan (audit) keuangan terhadap kepengelolaan dan manajemen di apartemen The Lavande Residences. Pemeriksaan atau audit keuangan dapat dilakukan oleh auditor independen yang ditunjuk oleh Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences murni. Untuk pertemuan selanjutnya yang membahas transparansi keuangan ini akan ditentukan kemudian.

Audit keuangan yang fair dan detail ini dapat menentukan kemana saja dialokasikannya tarif listrik & air, Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), sinking fund dan pendapatan pengelola apartemen lainnya yang selama ini telah dibayarkan oleh Pemilik dan Penghuni di The Lavande Residences ini. Yang tentunya hal ini adalah hak dari pemilik dan penghuni untuk mengetahuinya. Dan apabila hasil dari audit ini menunjukkan terdapat tata kelola keuangan di The Lavande Residences yang menyimpang, tentunya akan dilakukan tindakan yang diperlukan untuk perbaikan kepengelolaan di apartemen ini. Kemudian sudah selayaknya hasil audit dari auditor independen yang dapat dipercaya inilah yang dipakai sebagai dasar untuk menentukan tarif listrik dan air serta IPL yang dibayarkan oleh pemilik dan penghuni. Sehingga tidak terjadi tarif yang dibuat ditentukan sepihak oleh pengelola dengan tidak memperhatikan kepentingan pemilik dan penghuni The Lavande Residences.

Berikut adalah foto-foto pertemuan tersebut.

a Rencana Meeting Pukul 09.00 Tetapi Pukul  09.40 Belum Dimulai

b Ketua P3SRS dan Manager Apartemen

c Pengelola P3SRS dan Forum Komunikasi Penghuni

d Manager Apartemen

e Suasana Pertemuan

f Suasana Pertemuan

g Membahas Perhitungan Tarif Listrik The Lavande Residences

h Membahas Perhitungan Tarif Listrik The Lavande Residences

Pemberitaan Detik.com Yang Tidak Sesuai Dengan Kenyataan di The Lavande Residences

Leave a comment

Media berita cukup terkenal di Indonesia, yaitu Detik.com (Detik Finance) telah memuat artikel yang menyatakan bahwa pemilik dan penghuni rumah susun yang benar-benar tinggal dan memiliki rumah susun dan sedang membela hak-haknya untuk mendapatkan transparansi kepengelolaan dari PPPSRS (Pengelola Rusun) yang sedang menjabat dianggap sebagai ‘Provokator yang Mengganggu’. Kami sebagai pemilik dan penghuni The Lavande Residences yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences sangat menyesalkan dimuatnya artikel ini. Alangkah baiknya apabila wartawan yang meliput berita ini melakukan cross check terhadap kondisi sebenarnya di rumah susun-rumah susun atau apartemen yang ada terlebih dahulu, sehingga tidak terbentuk opini publik yang berat sebelah. Kami dari Forum Komunikasi Pemilik dan Penghuni The Lavande Residences bersedia melakukan dengar pendapat mengenai kondisi kepengelolaan di rumah susun dan dapat menyampaikan bukti-bukti yang mendukung.

Berikut adalah artikel dari Detik Finance tersebut: 

http://finance.detik.com/read/2013/02/27/151518/2181205/1016/
 

Pengelola Rusun Curhat Banyak Provokator yang Mengganggu

Zulfi Suhendra – detikfinance

Rabu, 27/02/2013 15:15 WIB
rusun3b

Jakarta – Pihak pengelola rumah susun mengeluhkan masih banyaknya oknum yang memprovokasi kepengurusan rumah susun. Oknum menuduh banyak manipulasi dalam kepengurusan rusun oleh pengelola tersebut.Sekretaris Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Adjid L mengatakan, sampai saat ini masih ada orang yang menganggu kepengelolaan dari perhimpunan rumah susun.”Ada sekelompok kecil orang yang aneh-aneh. Ada aja yang dicari, provokatif, aneh-anehnya macem-macem lah, ada protes soal uang kepengelolaannya, nyangkanya kita berbuat yang nggak-nggak, nggak pernah nanggapin mereka lah, padahal kita terbuka,” ungkap Adjid kepada detikFinance, Rabu (27/2/2013).Dampaknya, lanjut Adjid, bukanlah hal yang aneh jika banyak ketidakharmonisan terjadi di rumah susun. Hal tersebut ditengarai karena aksi provokasi yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

“Jadinya situasinya yang nggak bagus. Di dalam rusun itu sendiri akhirnya juga tidak harmonis, padahal hanya ulah sekelompok. Contoh ada 700 unit totalnya, tapi yang protes itu paling cuma 30 orang. Itu kan cuma berapa persennya, tapi kenapa mereka selalu ditanggapi, selalu didengar. Dan akhirnya kita dipanggil oleh instansi terkait, yang anehnya lagi Menpera itu ikut-kutan, percaya. Cape juga kita jadinya,” katanya.

Tujuannya, lanjut Adjid. Para oknum-oknum tersebut ingin masuk ke dalam organisasi kepengurusan, yang dapat mengelola rusun yang bertanggung jawab terhadap penentuan biaya listrik, PDAM, biaya service charge, dan sebagainya.

“Tujuannya adalah kalau saya bilang itu tanda kutip, ada punya kepentingan pingin sesuatu di dalam. Mereka seolah mengaku paling bener, dan itu yang kita alami di lapangan,” katanya.

Dia pun mencontohkan, hal tersebut dialami di beberapa rumah susun di Jakarta, seperti rumah susun di Kawasan Kelapa Gading, dan Thamrin City.

“Contohnya Tamsi, ada 1 apartemen di gading, jadi kelihatannya mereka ngelink gitu. Ada penghuni rusun itu sendiri, jadi kayaknya mereka buat satu wadah gitu,” pungkasnya.

(zul/ang)

Kemudian berikut adalah komentar dari pembaca Detik.com yang rata-rata tidak sependapat dengan isi artikel ini:

http://finance.detik.com/comment/2013/02/27/151518/2181205/1016/?comment-selengkapnya

 

Pengelola Rusun Curhat Banyak Provokator yang Mengganggu

Zulfi Suhendra – detikfinance
Rabu, 27/02/2013 15:15 WIB
Jakarta – Pihak pengelola rumah susun mengeluhkan masih banyaknya oknum yang memprovokasi kepengurusan rumah susun. Oknum menuduh banyak manipulasi dalam kepengurusan rusun oleh pengelola tersebut.(zul/ang)

Komentar 

  • Pemirsapembaca28 Feb 2013 11:59:09 WIB

    Berita ini menarik, karena sepertinya Adjid mengakui bahwa mereka sampai dipanggil instansi terkait, bahkan sampai tingkat Menpera tapi tidak menyatakan bahwa P3RSI menjawab panggilan itu apa ngga. Dari komen2 artikelnya koq katanya ga pernah datang memenuhi panggilan nih?

  • Pemirsapembaca28 Feb 2013 11:57:45 WIB
    Berita ini menarik, karena sepertinya Adjid mengakui bahwa mereka sampai dipanggil instansi terkait, bahkan sampai tingkat Menpera tapi tidak menyatakan P3RSI menjawab panggilan itu apa ngga. Dari komen artikelnya koq katanya ga pernah datang memenuhi panggilan nih?
  • Pemirsapembaca28 Feb 2013 11:55:36 WIB

    bagaimana caranya kedua statement ini \padahal kita terbuka\ tapi \nggak pernah nanggapin mereka lah\ yang merupakan statement bertolak belakang ada dalam satu kalimat yang sama? Sepertinya ini adalah pengakuan kalau Adjid ga terbuka-terbuka amat ya, kalau memang terbuka; koq bisa sampai ada protes? untuk wartawan \Zulfi Suhendra\, mana nih investigasi berita ke sudut pandang warga yang dilabeli \provokator\? Apakah berani liputan ke lapangan?

  • Pemirsapembaca28 Feb 2013 11:34:08 WIB

    Berita ini menarik, karena sepertinya Adjid mengakui bahwa mereka sampai dipanggil instansi terkait, bahkan sampai tingkat Menpera tapi tidak menyatakan bahwa P3RSI menjawab panggilan itu apa ngga. Dari komen artikelnya koq katanya ga pernah datang memenuhi panggilan nih?

  • Pemirsapembaca28 Feb 2013 11:31:33 WIB

    bagaimana caranya kedua statement ini \padahal kita terbuka\ tapi \nggak pernah nanggapin mereka lah\ yang merupakan statement bertolak belakang ada dalam satu kalimat yang sama? Sepertinya ini adalah pengakuan kalau Adjid ga terbuka-terbuka amat ya, kalau memang terbuka; koq bisa sampai ada protes? untuk wartawan \Zulfi Suhendra\, mana nih investigasi berita ke sudut pandang warga penghuni yang dilabeli \provokator\? Apakah berani membuat berita menjadi lebih..

  • Gw030128 Feb 2013 10:57:32 WIB
    ya kalo rusun tidak tepat sasaran mah udah susah judulnya. yang jelas sy pikir badan pengelola itu kl masi dibawah developer dia akan melakukan tata kelola yang baik demi nilai investasi dan kenyamanan jadi pada dasarnya kebijakan yang diambil kl bisa dikaji itu mungkin saja menguntungkan kita hanya saja kita kadang tidak menyadari saat itu. kita sadarnya ntar kalo udah di serah terimain. begitu kalo menurut saya

 1 Tanggapan

                   Lavanders

Coba kalau berani, keuangan yang diurus pengelola diaudit oleh independent auditor yang dipilih oleh pemilik/penghuni. Selama ini pengelola selalu menolak untuk memberikan laporan keuangan yang tentunya dikarenakan takut ketahuan belangnya.

  • erdhea27 Feb 2013 22:06:25 WIB

    Penghuni kan ATM berjalan. Mana pernah mereka diaudit dan ngasih laporan ke warga tentang uang yang dikutip dari warga. Tidak pernah. Fasos saja dikomersilkan. Itu terjadi di rusunami yang notabene penghuninya bukan orang mampu semua. Shame on you. Ga barokah euy duit dari gitu.

  • Madeel27 Feb 2013 16:29:40 WIB

    ini kyny yg komen di atas ane penghuni yang juga provokator deh

    • erdhea 28 Feb 2013 10:33:46 WIB

      Mereka orang developer. Penghuni itu ingin mendapatkan yang sudah mereka bayar bukan jadi sapi perahan. Yang diomongkan itu diartikel bertolak belakang dengan yang terjadi. Justru mereka yang tidak mau musyawarah. Itu sih dah jadi modus operandi dimana mana gitu.

  • Rusun Utk Rakyat Kecil27 Feb 2013 16:27:59 WIB

    pengelola memang ngg bener kok… ini malah ngatain warga yg nuntut keadilan itu provokator, warga itu ngg mau jadi bagian di pengelola, segera fasilitasi dan bentuk P3SRS murni warga aja biar warga bisa kontrol pengelola kalo ngg bener…

  • Rusun Utk Rakyat Kecil27 Feb 2013 16:11:17 WIB

    APL atau PBI ya? … kalo klp gading itu rusunami gading nias… memang dari awal jualnya udh ngg tepat sasaran, sebagian besar yg punya duit itu beli disana… rusunami ini tujuannya utk orang menengah ke bawah yg blm punya rumah di jakarta… contoh kasus nih: Pengelola naikin iuran maintenance tanpa musyawarah dgn warga…. ya sebagian besar bayar lah, krn sebagian besar mereka itu orang mampu…, sedang bagi mereka yg menolak kenaikan iuran dianggap provokator, padahal mereka inilah justru..